Ini Peran Eks Bupati Karanganyar di Kasus Griya Lawu Asri

Dibaca: 360 kali  Selasa,09 September 2014 | 02:49:00 WIB
Ini Peran Eks Bupati Karanganyar di Kasus Griya Lawu Asri
Ket Foto :

SEMARANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri pada 2007-2008 dan 2008-2011 dengan terdakwa mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Seorang saksi dari Kementerian Perumahan Rakyat, Rifai M Nur, mengungkap peran Rina Iriani dalam proyek pembangunan Griya Lawu Asri di persidangan.

"Ada kaitannya (Rina) di lokasi Griya Lawu Asri. Lokasi itu ditetapkan oleh bupati sebagai kawasan siap bangun," kata Pegawai Negeri Sipil Kemenpera tersebut kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (9/9/2014).

Namun, dalam pelaksanaan pembangunan, Kementerian Perumahan Rakyat sebagai lembaga yang mengucurkan anggaran, menemukan banyak kejanggalan. Menurut Rifai, banyak rumah di Griya Lawu Asri tidak bisa ditempati warga yang mengajukan kredit.

"Sebagian rumah bisa ditempati tapi kebanyakan tidak bisa ditempati, padahal KPR sudah diterbitkan. Rumah siap ditempati artinya rumah ada, air ada, listrik ada dan masyarakat tinggal masuk," ujar Rifai menegaskan.

Rifai menyatakan demikian setelah tim dari Kementerian Perumahan Rakyat meninjau langsung pembangunan Griya Lawu Asri. "Semua tim turun, dan hasilnya seperti itu," ungkap Rifai.

Rina Iriani yang pernah menjabat sebagai Bupati Karanganyar dua periode didakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 (1) KUHP.

Selain itu, dalam perkara bantuan subsidi perumahan, Rina ditengarai melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18, Pasal 3 jo Pasal 18, Pasal 5 ayat 2, dan Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Dalam proyek pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri pada 2007-2008 dan 2008-2011, Rina diduga menyamarkan uang hasil korupsi hingga mencapai Rp9 miliar.

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri