Polri Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Artikel ini telah tayang di Komp

Dibaca: 15 kali  Sabtu,05 Oktober 2019 | 23:14:14 WIB
Polri Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih  Artikel ini telah tayang di Komp
Ket Foto : Kepala Divisi Humas Polri Irjen M. Iqbal saat ditemui di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Jakarta – Polri menyatakan siap mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang rencananya digelar pada 20 Oktober 2019.

 Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan bahwa pengamanan tersebut adalah rangkaian akhir dari Operasi Mantab Brata, yang merupakan operasi pengamanan rangkaian Pemilu 2019.

 "Itu adalah bagian terakhir dari Operasi Mantap Brata. Siap artinya, kita sangat siap. Insya Allah enggak ada apa-apa tapi tetap kita antisipasi segala hal," kata Iqbal saat ditemui di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2019).

 Polri, katanya, juga mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar turut menyukseskan puncak Pilpres 2019 tersebut.

 Sementara itu, ia belum dapat berkomentar banyak perihal jumlah personel yang akan diturunkan. Hal itu akan diumumkan nanti.

"Nanti akan kita prediksi," tutur dia.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden dan Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2019.

Ketua KPU Arief Budiman menetapkannya dalam sidang pleno di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Minggu (30/6/2019).

"Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 Nomor Urut 01, Sdr. Ir. H. Joko Widodo dan Sdr. Prof. Dr. (HC) KH. Ma'ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional, sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode Tahun 2019-2024," ujar Arief.

Editor     : Satria

Sumber : Kompas.com

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri