Makam Raja-raja Rambah-Rohul, Ada Sejak Dinasti Ming

Dibaca: 67 kali  Jumat,12 Juli 2019 | 14:53:58 WIB
Makam Raja-raja Rambah-Rohul, Ada Sejak Dinasti Ming
Ket Foto : Makam Raja-raja Rambah-Rohul, Ada Sejak Dinasti Ming
PERTAMA kalinya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), didatangi Badan Arkeologi Sumatera Utara (Sumut), memperdalam peninggalan dan bukti sejarah.
 
Pada  kunjungan pihak Badan Arkeologi Sumut ke Kabupaten Rohul, merupakan bukti adanya perhatian dari pihak luar terhadap potensi yang ada daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk, khususnya di bidang peninggalan sejarah.
 
Badan Arkeologi Sumut sendiri‎ bawahi lima provinsi, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau.
 
Pada kunjungan ke Kabupaten Rohul selama dua hari, mulai Minggu (14/4/2019) hingga Senin (15/4/2019), Kepala Badan Arkeologi Sumut Dr. Ketut Wiradayana, M.Si, didampingi 3 staff Badan Arkeologi Sumut, yakni Stanop Purnawibowo, Tomi Sitorus dan Anwar Bahri.
 
Kedatangan Tim Arkeologi Sumut disambut Pemkab Rohul, diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Rohul Fitriani, serta seorang staff Nurdin.
 
Dikujungannya, Tim Arkeologi Sumut tinjau Makam Raja-raja Rambah di Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, serta Istana Raja Rokan terletak di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto.
 
Kepala Arkeologi Sumut Ketut mengakui, dari tiga lokasi yang dikunjungi Kabupaten Rokan Hulu mempunyai objek penelitian yang besar dan potensi untuk dikembangkan, seperti berdasarkan salah satu bukti yang ditemukan di Makam Raja-raja Rambah terdeteksi daerah ini telah ada sejak Dinasti Ming, kisaran abad 15 dan 16.
 
"Tentunya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," jelas Ketut.
 
Kata Ketut, ditemukan juga ada kaitannya Makam Raja-raja Rambah dengan Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti yang dibuktikan dengan ditemukannya puing yang sama, dan perlu ditelusuri lebih jauh dengan menelusuri sungai-sungai besar, dan kecil di Kabupaten Rohul  yang dihubungkan dengan daerah lain, khususnya Sumbar dan Sumut.
 
Ketika berkunjung ke Istana Raja Rokan di Kecamatan Rokan IV Koto, Ketut juga mengaku, dirinya juga sangat terkesan dengan peninggalan sejarah yang masih baik dan fenomenal, ditandai dengan bentuk ukiran dan bentuk istana asli yang masih utuh dan terpelihara dengan baik.
 
"Itu juga perlu kita pelihara dan manfaatkan secara maksimal, kalau tidak benda sebagai bukti sejarah kerajaan melayu ini tinggal menunggu runtuh dan roboh," ujarnya.
 
Ketut menyarankan, agar Istana Raja Rokan dimanfaatkan secara maksimal, semisal menjadikan bangunan istana ini sebagai penginapan khusus atau home stay, karena ada enam rumah yang masih bisa dipelihara bersama ke tujuh istana tersebut.
 
Sebut Ketut, masyarakat tentunya akan terobsesi bagaimana menginap di sebuah istana, apalagi di rumah dan kamar yang pernah ditempati seorang raja.
 
"Sudah tentu bernilai tinggi dan harganya akan mahal. Sehingga hasilnya akan dapat menutupi biaya perbaikan istana, menghidupkan ekonomi masyarakat serta menambah minat pengunjung ke daerah ini," kata Ketut.
 
Ketut juga menyampaikan masukan berkenaan dengan perbaikan mandi cuci kakus (MCK), sejarah dengan menggali informasi dan cerita-cerita yang ada di masyarakat, disamping dari buku dan bukti berupa benda tak benda sebagi referensi untuk memperdalam dan memperkuat kebenaran suatu sejarah.
 
Ketut yakin Kabupaten Rohul menyimpan beberapa sejarah dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan bermanfaat bagi masyarakat masa sekarang maupun masa mendatang.
 
Ketut juga berharap, dengan adanya sinergisitas antara dinas terkait dan pemerintah daerah, provinsi dan pusat.
 
"Kami dari Badan Arkeologi Sumatera Utara sendiri siap menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rohul, khususnya di bidang arkeologi," papar Ketut.
 
Kepala Disparbud Kabupaten Rohul Yusmar sangat menyambut baik kedatangan tim dari Badan Arkeologi Sumut. Menurutnya, dengan kunjungan itu sebagai bukti adanya perhatian Badan Arkeologi terhadap peninggalan sejarah di Negeri Seribu Suluk.
 
Kata Yusmar, pihaknya siap bekerjasama dengan Badan Arkeologi‎ Sumut‎, dengan tujuan dalam menggali seluruh peninggalan sejarah dan bukti sejarah yang ada di Kabupaten Rohul. 
 
 
 
Sumber : Halloriau.com
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri