Kerajaan Rokan-Riau Berdiri Sejak Abad ke-18

Dibaca: 125 kali  Rabu,10 Juli 2019 | 17:11:49 WIB
Kerajaan Rokan-Riau Berdiri Sejak Abad ke-18
Ket Foto : Kerajaan Rokan-Riau Berdiri Sejak Abad ke-18
KERAJAAN Rokan sudah berdiri sejak abad ke-18, usai runtuhnya kerajaan Rokan Tua. Kini, Istana Rokan IV koto satu-satunya istana kerajaan yang tersisa di kabupaten Rohul hingga kini.
 
Kemudian, di Istana Kerajaan Rokan IV Koto, juga bukti peninggalan dari sejarah kerajaan Rokan, banyak yang bilang istana ini disebut juga dengan nama istana berukir naga karena hampir di setiap bagian sisi dari istana ini terdapat kayu yang berukiran gambar naga.
 
Bagian kompleks istana memiliki luas sekitar empat hektar dipagar dengan ketinggian satu meter, berada persis dekat di pinggiran sungai Rokan. Istana Rokan IV Koto merupakan bangunan yang paling megah di kompleks istana tersebut, bangunan istana berupa rumah panggung yang terdiri dari dua tingkat.
 
Pada tingkat pertama, merupakan ruang pertemuan raja serta beberapa kamar raja dan tingkat ke dua merupakan ruamg pribadi raja. Dibagian depan lantai satu istana Rokan IV Koto ada empat buah jendela satu pintu, dan satu pintu masuk ruang istana yang berukuran besar.
 
Sedangkan di samping kiri dan kanan, terdapat masing-masing satu jendela memiliki kain gorden berwarna kuning. Pada lantai dua yang lebih berukuran kecil ada tiga pintu jendela di bagian depan dan satu jendela di bagian samping. Penempatan dan struktur rumah tampak penuh estetika dan unik.
 
Keelokan kian dipadu dengan beranda istana dengan tiga tangga masuk. Dinding istana yang terbuat dari kayu dan di beri sentuhan cat berwarna kuning lembut dan kuning keemasan terang, yang merupakan perlambangan dari kemakmuran. Ada keagungan yang terpancar dari istana ini ketika memandangnya dari luar.
 
Sementara arsitektur atapnya bersilang di bagian ujung dan lantai pada bagian bawahnya. Atapnya terbuat dari atap seng yang sudah berwarna kecoklatan karena sudah dimakan usia. Tidak diketahui persis kapan atap istana tersebut diganti dari atap sebelumnya.
 
Istana Rokan IV koto diperkirakan sudah berusia lebih dari 210 tahun. Meskipun terbuat dari kayu istana ini tetap berdiri kokoh, mungkin ini di sebabkan kayu-kayu istana tersebut merupakan kayu pilihan yang memang bisa berusia ratusan tahun.
 
Di masing-masing tiang memiliki motif ukiran yang di bedakan satu dengan yang lainnya, di beranda ini terdapat enam tiang. Empat tiang di beranda mewakili suku asli di Rokan IV Koto dan dua tiang lainnya melambangkan dua suku yang datang kemudian.
 
Dapat diketahui, di dalam istana terdapat ruang pertemuan kerajaan. Di dalam ruang pertemuan tersebutlah Raja Rokan IV Koto menggelar pertemuan-pertemuan penting dengan kalanan-kalangan bangsawan, alim ulama dan tokoh adat.
 
Di ruangan pertemuan ini juga jadi tempat untuk menerima tamu yang datang kekerajaan Rokan IV Koto. Kondisi ruang pertemuan istana tersebut sangat menarik dan elok di pandang mata. Di bagian dinding dalamnya dilapisi dengan kain tirai panjang berwarna kuning keemasan dan berbagai hiasan lainnya yang juga berwarna keemasan.
 
Dalam istana juga terdapat satu anak tangga untuk ke loteng tingkat pertama dengan areal yang tidak begitu luas. Di loteng ini terdapat anak tangga kecil untuk naik ke tinggat kedua, yang merupakan tempat raja ada permaisuri beristirahat.
 
Di ruangan itu sangat pribadi sekali dan tidak seorangpun diperkenakan masuk tanpa seizin Raja atau permaisuri. Dari tingkat paling atas ini, raja bisa melihat dengan jelas suasana di sekitar istana kerajaan. Di baguan depan istana terdapat rumah datuk bendahara kerajaan dan beberapa rumah adat pesukan.
 
Kini rumah-rumah pada kompleks istana istana Rokan IV Koto tersebut masih ada yang didiami dan sebagian lain nya sudah kosong dan menjadi simbol pelengkap sejarah istana Rokan IV Koto. Selain rumah dan benda cagar alam lainnya, kompleks istana ini juga dilenggkapi beberapa makam raja IV koto dan para tetua suku yang tinggal di dalam kompleks istana Rokan IV Koto.
 
Sehingga perlu kerjasama juga kepedulian semua pihak di daerah ini, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pihak terkait lainnya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan Istana Raja Kerajaan Rokan ini serta situs atau benda budaya yang masih ada di sekitarnya, karena ini merupakan peninggalan sejarah yang sangat bernilai tinggi sebagai sebuah kejayaan dan keagungan masa lampau.
 
 
 
Sumber : datariau.com
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri